WARNING

WARNING
Tampilkan postingan dengan label budak janggotan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budak janggotan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Agustus 2013

5. MENGAPA IMAM MAHDI DAN NABI ISA BERASAL DARI JAWA? - update

Perlu pembaca ketahui bahwa kisah-kisah di Al-Qur’an adalah kisah nyata yang ada wujudnya atau wadaknya alias kasat mata (bisa dilihat langsung oleh mata) termasuk juga kisah para nabi dan rosul kecuali masalah Ketuhanan, malaikat, jin, surga-neraka.

Yang menjadi pertanyaan adalah bahwa kisah Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa/Yesus kedua kali ke dunia dan dajjal, mengapa tidak tercantum dalam Qur’an? Padahal keberadaan dan kejadian yang menyertai mereka amat sangat penting?!

Kisah mereka bertiga sangatlah jelas, hanya tersurat dalam hadits dan hal ini mengakibatkan penulis mengambil suatu kesimpulan bahwa keberadaan 3 (tiga) person ini hanyalah gaib semata, tidak bisa dilihat oleh mata!!!

Mari kita bahas lebih lanjut tentang mereka bertiga.

Menurut riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, bahwa dia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah saw. menceritakan tentang si picak Dajjal di tengah orang banyak, beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu tidak picak. Ketahuilah bahwa si Picak Dajjal itu cacat mata kanannya. Matanya bagaikan anggur yang mengapung (diatas air). Allah memperlihatkan kepadaku dalam mimpi di sisi Ka’bah seorang lelaki berkulit sawo matang dengan warna yang paling indah yang pernah dilihat pada kulit siapapun. Dia biarkan ujung rambutnya terurai antara kedua pundaknya. Rambutnya berombak, kepalanya (seolah-olah) meneteskan air. Dia letakkan kedua tangannya di pundak dua orang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka’bah. Maka aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Al-Masih Putra Maryam.’ Dan di belakangnya aku melihat seorang lelaki berambut pendek-keriting, cacat mata kanannya, sangat mirip dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan kedua tangannya di pundak seorang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka’bah. Maka aku berkata, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Si Picak Dajjal.’ ”

Al-Bukhari meriwayatkan pula dari Salim, dari ayahnya, dia berkata, “Tidak, demi Allah. Rasulullah saw. tidak mengatakan Nabi Isa itu berkulit merah, tetapi beliau mengatakan:

“Ketika aku tidur, aku (bermimpi) thawaf di sekeliling Ka’bah. Tiba-tiba aku melihat seorang berkulit sawo matang, berambut lurus, berjalan pelan diapit dua orang lelaki. Kepalanya (seolah-olah) meneteskan air. Maka aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Inilah Al-Masih Putra Maryam.’ Lalu aku pergi sambil menoleh. Tiba-tiba aku melihat seorang berkulit merah, berperawakan tinggi-besar, berambut keriting, mata kanannya cacat, matanya bagaikan anggur yang mengapung (di atas air). Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Dajjal.’ Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan.”

Kata Az-Zuhri, “Ibnu Qathan adalah seorang lelaki dari kabilah Khuza’ah, meninggal pada masa Jahiliyah.”

Dalam riwayat An-Nawwas bin Sam’an, Rasulullah saw. bersabda,
“Nabi Isa akan turun di menara putih sebelah timur kota Damaskus...,”




Menurut cerita yang dikisahkan oleh beliau Pak T yang bersumber dari penglihatan SR, didepan rumah beliau ada pilar hitam gaib yang menjulang kelangit tempat berkumpulnya pasukannya Nabi Isa yang berupa gaib putih berkerudung dan gaib hitam berkerudung, sedangkan spiritualis Kristen Surabaya mengatakan ada pilar cahaya putih di Surabaya.

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Nabi Isa kulitnya berwarna coklat mirip dengan kulit orang Indonesia dan kemungkinan besar turunnya bukan di Damaskus tapi di Surabaya atau bisa jadi gaibnya (roh) Nabi Isa sudah turun di Damaskus tetapi pindah ke Surabaya.

Hal kepindahan beliau Nabi Isa (dan Imam Mahdi) berdasarkan pandangan gaib beliau RA I beberapa tahun lalu bahwa terlihat sosok dirinya (roh) yang naik ke langit dan secara bersamaan muncul sosok lain berjenggot (roh Imam Mahdi) dari belahan dunia dari arah barat (arab) yang kemudian kedua roh menyatu di langit/angkasa.

Selang beberapa tahun kemudian gantian sosok (roh) Pak T yang terbang ke langit dan secara bersamaan muncul sosok lain berjenggot (roh Nabi Isa/Yesus) dari belahan dunia dari arah barat (arab) yang kemudian kedua roh menyatu di langit/angkasa.

Hal kepindahan kedua sosok gaib tersebut disebutkan juga dalam Wangsit Siliwangi
“Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon (pemuda gembala) sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan (pemuda berjenggot), pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!....”
Lebak Cawene kalau di Surabaya adalah kawasan Kedung Doro tempat tinggal beliau RA berdua.

Bersatunya kedua sosok gaib (roh) antara Ratu Adil I dengan Imam Mahdi lebih jelas tersurat dalam ramalan Jawa lainnya.

Serat Musarar Joyoboyo bait 27,
“Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nahkoda ikut ke dalam persidangan.”

bait 28,
“Raja utusan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya di kaki Perak dan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”

Catatan:
Kaki Perak: Kaki Tanjung Perak Surabaya.
Gunung Perahu: Gunung Bromo.
Tempuran: Desa Tempuran Probolinggo.
Ratu Amisan: mempunyai arti berkuasa hanya 1 (satu) kali.
Nahkoda: Amerika.


http://rovicky.files.wordpress.com/2010/11/bromo.jpg


Desa Tempuran, Probolinggo

Catatan:
Shang Hyang Brahma/Shang Hyang Swayambu (Dewa Brahma=Bromo dalam bahasa jawa kawi kuno), disitu disebutkan bahwa gunung Bromo adalah merupakan tanah suci (hila-hila), tanah wangi (harum) dan merupakan Pelinggih/tempat beristirahatnya Shang Hyang Brahma yang digunakan sebagai tempat pemujaan oleh Ulun Hyang (abdi Dewata), dari situlah nama gunung Bromo berasal

Sumber-sumber lainnya yang mendukung akan kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa/Yesus.

1. Pesan KHOMEINI UNTUK Pejabat Iran dan INDONESIA :

Pada KTT OKI thn 90an khomeini saat di hotel peristirahatan sengaja ingin skali bertemu dgn perwakilan dr RI yg saat itu diwakili menlu ali alatas, dia sampaikan bhw negeri tuan sbg mayoritas muslim yg dianugrahi kekayaan alam yg luarbiasa dan NANTI DARI NEGERI TUANLAH AKAN MUNCUL PEMIMPIN MASA DEPAN yG AKAN MEMIMIPIN DUNIA dan MEMBAWA UMAT MANUSIA MENUJU KEADILAN DAN PEDAMAIAN , konon saat itu sang menlu dan para stafnya hanya terbengong2 dgn pernyataan sang mullah…

2. Di dalam Sejarah Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai, terdapat sebuah hadits yang menyebutkan Rasulullah menyuruh para sahabat untuk berdakwah di suatu tempat bernama Samudra, yang akan terjadi tidak lama lagi di kemudian hari.

“…Pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salallahu ‘alaihi wassalam tatkala lagi hajat hadhrat yang maha mulia itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda Nabi: “Bahwa sepeninggalku ada sebuah negeri di atas angin samudera namanya. Apabila ada didengar khabar negeri itu maka kami suruh engkau (menyediakan) sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa orang dalam negeri (itu) masuk Islam serta mengucapkan dua kalimah syahadat. Syahdan, (lagi) akan dijadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanyak daripada segala Wali Allah jadi dalam negeri itu

Kaum sejarawan Melayu memperkirakan negeri samudra yang dimaksud adalah Kerajaan Samudra Pasai (Sumber : Nama Sumatra Telah Dikenal Sejak Zaman Rasulullah, Kedatangan Islam dan Penyebarannya di Indonesia), namun pendapat ini bukan tidak ada kelemahan, hal ini dikarenakan Kerajaan Samudra Pasai baru muncul 600 tahun setelah wafatnya Rasulullah.

Muncul dugaan negeri yang dimaksud adalah sebuah negeri maritim yang dikelilingi samudra, yang mencapai masa ke-emasan sekitar 50 tahun setelah wafatnya beliau, yang dikenal dengan nama Sriwijaya.

3. Hadits, Al Khatib dan Ad Dailami meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika bendera hitam dihadapkan, maka muliakanlah orang-orang 'Ajam (non Arab), karena negaramu menjadi bagian dari mereka."

Maka sudah jelas, Saudi Arabia akan menjadi bagian dari negara Indonesia (Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa - Musarar Joyoboyo bait 28)

3. INILAH SATRIA PININGIT SANG RATU ADIL (PRESIDEN RI 2014-2027) - Update


Uga Wangsit Siliwangi,

“Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon (pemuda gembala) sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan (pemuda berjenggot), pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!
Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! Jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri Ratu Adil, Ratu Adil yang sejati.
Tapi Ratu siapa? darimana asalnya sang Ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian Budak Angon (pemuda gembala).
Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!”

Tanpa basa-basi, langsung main tohok, main tunjuk penemuan spektakuler abad ini... mendakwa berdasarkan pengetahuan dari hadits kolaborasi dengan ramalan Jawa/Sunda, maka dengan ini penulis mengambil kesimpulan bahwa:

Ratu Adil I : (Mohon maaf disensor)
Peran : 
Umur : 
Profesi : 
Alamat :





Ratu Adil II : (Mohon maaf disensor)
Peran : 
Umur : 
Profesi : 
Alamat : 

Mengapa penulis mendakwa mereka beliau berdua demikian?

Kepada kedua beliau penulis sudah berjumpa/tatap muka sebanyak 4 (empat) kali dan banyak mengadakan perbincangan di rumah beliau.
Atas dasar perbincangan dan cerita di blog-blog, maka RA I melalui mimpi maupun pandangan mata langsung (vision) berperan sebagai Imam Mahdi, demikian juga ketika sedang perang gaib, bisa lewat mimpi maupun rogoh sukmo/melepas sukma.
Hal yang sama terjadi juga dengan RA II, melalui mimpi berperan sebagai Nabi Isa/Yesus, namun ketika perang gaib hanya melalui mimpi saja.
Tahun 2009, RA II pernah mimpi Nabi Isa/Yesus berdiri diatas pundak RA II dan dihadapan beliau seolah-olah ada Allah SWT tapi tidak tampak.
Hal ini mengingatkan penulis kepada salah satu hadits bahwa para Nabi berdiri di pundaknya para Ulama.

Kedua beliau ini bertemu sudah lama dan mirip seperti anak dan bapak angkat karena RA I orang jawa yang tinggal di Sumatera dan sejak kecil merantau ke Jawa. Ketika pertama bertemu, RA I dengan pandangan gaibnya dapat melihat bahwa RA II memiliki sesuatu yang sangat misterius dan hal ini membuat dia tunduk dan menganggap beliau seperti ayahnya sendiri yang perintahnya selalu ditaati.

Sekitar tahun 2009 di masjid Demak, RA I baiat kepada RA II/Nabi Isa dengan disaksikan oleh banyak gaib pakaian putih.

RA I sering mengalami perang gaib secara sadar maupun mimpi dan yang paling berkesan adalah ketika tidur selama 2 (dua) jam waktunya serasa 2 (dua) tahun karena mengalami perang gaib menyusuri dari ujung barat Jawa sampai ujung timur dan berhasil mengumpulkan gaib buruk sebanyak seluas kota S dengan bersenjatakan pedang bergambar bintang tunggal.
Ketika terbangun dari tidur, badan rasanya loyo/lelah sekali dengan wajah pucat pasi.

Pada saat berangkat perang gaib, RA I terbang digendong di dadanya sosok gaib "Hitam Mengkilat" yang bisa berubah badannya menjadi besar sekali menuju lokasi perang. Si "Hitam Mengkilat ini adalah salah satu pasukan dari RA II.
Kadang-kadang sosok gaib si "Hitam Mengkilat" berubah menjadi kecil sekali dan menempel di dahinya RA I.

RA I juga pernah didatangi iblis/dajjal laknatullah yang dalam keadaan marah berkata “Dunia ini kamu mau jadikan apa...?”.
Beliau juga pernah diperlihatkan 7 (tujuh) hulubalang/panglima perangnya dajjal yang bersosok afrika, jepang dll.

Beliau RA I mempunyai keistimewaan yang boleh juga disebut ilmu laduni karena tidak pernah belajar dan hanya mengandalkan sholat 5 waktu saja yaitu bisa menjawab semua masalah gaib maupun nyata pada saat itu juga ketika ditanyakan, dan petunjuk yang beliau terima bisa berupa suara ataupun gambar/film.

Untuk saat-saat sekarang ini, RA I dalam kondisi istirahat dalam perang gaib dan digantikan oleh RA II karena musuh semakin berat, sudah setingkat panglima perangnya iblis/dajjal laknatullah dan memang sekaranglah saatnya tugas berperang bagi RA II sesuai dengan hadits bahwa turunnya nabi Isa salah satu tugasnya adalah membunuh dajjal laknatullah.
Dajjal dalam pandangan gaib RA I berujud orang dengan mata hanya 1 (satu), rambut ombak/keriting dan bertelanjang dada memakai celana pendek.

Sudah banyak sekali gaib buruk yang beliau berdua kalahkan tapi hal ini tidak diceritakan dalam blog untuk menjaga tali silaturahmi sesama penghuni blog.

Ada sebuah pertanyaan tentang analisis penulis.
Mengapa yang muda lebih dahulu jadi presiden daripada yang tua?

Hasil analisa penulis, bahwa RA I mempunyai ilmu laduni yang berupa mampu menjawab setiap masalah baik yang berupa gaib maupun nyata. Dengan ilmu itulah beliau mampu memperbaiki carut marutnya persoalan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini ketika krisis moral, politik dan ekonomi melanda pada tahun 2014. 

Beliaulah RA I sebagai peletak dasar selama masa transisi kepemimpinan dalam memperbaiki moral, politik dan ekonomi bangsa ini sehingga kelak kedepan menjadi bangsa yang terpandang sedunia. Sehingga ketika estafet kepemimpinan berpindah, maka Indonesia sudah dalam keadaan makmur, adil dan maju.

Sedangkan RA II masih mempunyai tugas yang belum tuntas yaitu membunuh iblis/dajjal laknatullah yang sekarang ini sementara tengah sembunyi dalam bentengnya yang tersebar dimana-mana dan dalam keadaan gusar serta gelisah karena anak buahnya kalah perang gaib melulu, sehingga beliau RA II untuk sementara tetap menjalankan tugas menjaga alam gaib Indonesia dari gangguan iblis/dajjal laknatullah dan antek-anteknya sekaligus sebagai pembimbing RA I dalam mengelola negara.

Menurut hadits, Nabi Isa (RA II) menyerahkan kedudukan imam sholat ketika Imam Mahdi (RA I) mempersilahkan Nabi Isa (RA II) sebagai imam. Hal inilah yang menurut penulis semacam penyerahan kekuasaan sehingga memperkirakan bahwa kelak yang menjadi presiden angkatan pertama Ratu Adil adalah Imam Mahdi (RA I).

Dari Jabir bin Abdullah Ra. yang berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Senantiasa ada di kalangan umatku golongan yang berjuang diatas kebenaran, mereka senantiasa ada hingga hari kiamat. Kemudian turunlah Isa bin Maryam As. dari langit, dan berkatalah pemimpin mereka (Imam Mahdi): “Silakan menjadi imam shalat kami.” Namun Nabi Isa menjawab: “Tidak, sebagian kamu adalah kemuliaan Allah SWT atas umat ini (umat Islam).” (HR. Muslim).

Menurut hadits, RA I akan berkuasa selama 6-7 tahun dan akan digantikan oleh RA II selama 6-7 tahun.
(Tahun 2027 RA II meninggal dalam usia 67 tahun, menurut kabar dari mimpi beliau sendiri).
Jadi kurun waktu mereka beliau berdua berkuasa adalah selama 13 (tigabelas) tahun, mulai 2014 sampai dengan 2027.

Dari Abu Said al-Khudri Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Al-Mahdi itu dari keturunanku, dahinya lebar dan hidungnya mancung. Ia akan memimpin dunia dengan penuh kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedzaliman dan kecurangan. Ia memimpin selama 7 tahun.” (HR. Abu Dawud).

Demikian dakwaan serius dari penulis.
Penulis tidak memaksakan cerita diatas untuk dipercayai oleh para pembaca terutama para spiritualis, tetapi apabila tidak percaya dan jika berkenan, silahkan dikonfirmasikan langsung sendiri kepada beliau berdua yang bersangkutan.

Dan penulis yakin para penanya akan mendapatkan jawaban yang sangat formal dan khas, “Embuh... Saya tidak tahu!”.