Perlu pembaca ketahui bahwa kisah-kisah di Al-Qur’an adalah kisah nyata yang ada wujudnya atau wadaknya alias kasat mata (bisa dilihat langsung oleh mata) termasuk juga kisah para nabi dan rosul kecuali masalah Ketuhanan, malaikat, jin, surga-neraka.
Yang menjadi pertanyaan adalah bahwa kisah Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa/Yesus kedua kali ke dunia dan dajjal, mengapa tidak tercantum dalam Qur’an? Padahal keberadaan dan kejadian yang menyertai mereka amat sangat penting?!
Kisah mereka bertiga sangatlah jelas, hanya tersurat dalam hadits dan hal ini mengakibatkan penulis mengambil suatu kesimpulan bahwa keberadaan 3 (tiga) person ini hanyalah gaib semata, tidak bisa dilihat oleh mata!!!
Mari kita bahas lebih lanjut tentang mereka bertiga.
Menurut riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, bahwa dia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah saw. menceritakan tentang si picak Dajjal di tengah orang banyak, beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu tidak picak. Ketahuilah bahwa si Picak Dajjal itu cacat mata kanannya. Matanya bagaikan anggur yang mengapung (diatas air). Allah memperlihatkan kepadaku dalam mimpi di sisi Ka’bah seorang lelaki berkulit sawo matang dengan warna yang paling indah yang pernah dilihat pada kulit siapapun. Dia biarkan ujung rambutnya terurai antara kedua pundaknya. Rambutnya berombak, kepalanya (seolah-olah) meneteskan air. Dia letakkan kedua tangannya di pundak dua orang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka’bah. Maka aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Al-Masih Putra Maryam.’ Dan di belakangnya aku melihat seorang lelaki berambut pendek-keriting, cacat mata kanannya, sangat mirip dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan kedua tangannya di pundak seorang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka’bah. Maka aku berkata, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Si Picak Dajjal.’ ”
Al-Bukhari meriwayatkan pula dari Salim, dari ayahnya, dia berkata, “Tidak, demi Allah. Rasulullah saw. tidak mengatakan Nabi Isa itu berkulit merah, tetapi beliau mengatakan:
“Ketika aku tidur, aku (bermimpi) thawaf di sekeliling Ka’bah. Tiba-tiba aku melihat seorang berkulit sawo matang, berambut lurus, berjalan pelan diapit dua orang lelaki. Kepalanya (seolah-olah) meneteskan air. Maka aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Inilah Al-Masih Putra Maryam.’ Lalu aku pergi sambil menoleh. Tiba-tiba aku melihat seorang berkulit merah, berperawakan tinggi-besar, berambut keriting, mata kanannya cacat, matanya bagaikan anggur yang mengapung (di atas air). Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Dajjal.’ Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan.”
Kata Az-Zuhri, “Ibnu Qathan adalah seorang lelaki dari kabilah Khuza’ah, meninggal pada masa Jahiliyah.”
Dalam riwayat An-Nawwas bin Sam’an, Rasulullah saw. bersabda,
“Nabi Isa akan turun di menara putih sebelah timur kota Damaskus...,”
Menurut cerita yang dikisahkan oleh beliau Pak T yang bersumber dari penglihatan SR, didepan rumah beliau ada pilar hitam gaib yang menjulang kelangit tempat berkumpulnya pasukannya Nabi Isa yang berupa gaib putih berkerudung dan gaib hitam berkerudung, sedangkan spiritualis Kristen Surabaya mengatakan ada pilar cahaya putih di Surabaya.
Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Nabi Isa kulitnya berwarna coklat mirip dengan kulit orang Indonesia dan kemungkinan besar turunnya bukan di Damaskus tapi di Surabaya atau bisa jadi gaibnya (roh) Nabi Isa sudah turun di Damaskus tetapi pindah ke Surabaya.
Hal kepindahan beliau Nabi Isa (dan Imam Mahdi) berdasarkan pandangan gaib beliau RA I beberapa tahun lalu bahwa terlihat sosok dirinya (roh) yang naik ke langit dan secara bersamaan muncul sosok lain berjenggot (roh Imam Mahdi) dari belahan dunia dari arah barat (arab) yang kemudian kedua roh menyatu di langit/angkasa.
Selang beberapa tahun kemudian gantian sosok (roh) Pak T yang terbang ke langit dan secara bersamaan muncul sosok lain berjenggot (roh Nabi Isa/Yesus) dari belahan dunia dari arah barat (arab) yang kemudian kedua roh menyatu di langit/angkasa.
Hal kepindahan kedua sosok gaib tersebut disebutkan juga dalam Wangsit Siliwangi
“Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon (pemuda gembala) sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan (pemuda berjenggot), pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!....”
Lebak Cawene kalau di Surabaya adalah kawasan Kedung Doro tempat tinggal beliau RA berdua.
Bersatunya kedua sosok gaib (roh) antara Ratu Adil I dengan Imam Mahdi lebih jelas tersurat dalam ramalan Jawa lainnya.
Serat Musarar Joyoboyo bait 27,
“Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nahkoda ikut ke dalam persidangan.”
bait 28,
“Raja utusan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya di kaki Perak dan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”
Catatan:
Kaki Perak: Kaki Tanjung Perak Surabaya.
Gunung Perahu: Gunung Bromo.
Tempuran: Desa Tempuran Probolinggo.
Ratu Amisan: mempunyai arti berkuasa hanya 1 (satu) kali.
Nahkoda: Amerika.
![]() |
| http://rovicky.files.wordpress.com/2010/11/bromo.jpg |
![]() |
| Desa Tempuran, Probolinggo |
Catatan:
Shang Hyang Brahma/Shang Hyang Swayambu (Dewa Brahma=Bromo dalam bahasa jawa kawi kuno), disitu disebutkan bahwa gunung Bromo adalah merupakan tanah suci (hila-hila), tanah wangi (harum) dan merupakan Pelinggih/tempat beristirahatnya Shang Hyang Brahma yang digunakan sebagai tempat pemujaan oleh Ulun Hyang (abdi Dewata), dari situlah nama gunung Bromo berasal
Sumber-sumber lainnya yang mendukung akan kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa/Yesus.
1. Pesan KHOMEINI UNTUK Pejabat Iran dan INDONESIA :
Pada KTT OKI thn 90an khomeini saat di hotel peristirahatan sengaja ingin skali bertemu dgn perwakilan dr RI yg saat itu diwakili menlu ali alatas, dia sampaikan bhw negeri tuan sbg mayoritas muslim yg dianugrahi kekayaan alam yg luarbiasa dan NANTI DARI NEGERI TUANLAH AKAN MUNCUL PEMIMPIN MASA DEPAN yG AKAN MEMIMIPIN DUNIA dan MEMBAWA UMAT MANUSIA MENUJU KEADILAN DAN PEDAMAIAN , konon saat itu sang menlu dan para stafnya hanya terbengong2 dgn pernyataan sang mullah…
2. Di dalam Sejarah Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai, terdapat sebuah hadits yang menyebutkan Rasulullah menyuruh para sahabat untuk berdakwah di suatu tempat bernama Samudra, yang akan terjadi tidak lama lagi di kemudian hari.
“…Pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salallahu ‘alaihi wassalam tatkala lagi hajat hadhrat yang maha mulia itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda Nabi: “Bahwa sepeninggalku ada sebuah negeri di atas angin samudera namanya. Apabila ada didengar khabar negeri itu maka kami suruh engkau (menyediakan) sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa orang dalam negeri (itu) masuk Islam serta mengucapkan dua kalimah syahadat. Syahdan, (lagi) akan dijadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanyak daripada segala Wali Allah jadi dalam negeri itu“
Kaum sejarawan Melayu memperkirakan negeri samudra yang dimaksud adalah Kerajaan Samudra Pasai (Sumber : Nama Sumatra Telah Dikenal Sejak Zaman Rasulullah, Kedatangan Islam dan Penyebarannya di Indonesia), namun pendapat ini bukan tidak ada kelemahan, hal ini dikarenakan Kerajaan Samudra Pasai baru muncul 600 tahun setelah wafatnya Rasulullah.
Muncul dugaan negeri yang dimaksud adalah sebuah negeri maritim yang dikelilingi samudra, yang mencapai masa ke-emasan sekitar 50 tahun setelah wafatnya beliau, yang dikenal dengan nama Sriwijaya.
3. Hadits, Al Khatib dan Ad Dailami meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika bendera hitam dihadapkan, maka muliakanlah orang-orang 'Ajam (non Arab), karena negaramu menjadi bagian dari mereka."
Maka sudah jelas, Saudi Arabia akan menjadi bagian dari negara Indonesia (Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa - Musarar Joyoboyo bait 28)

.jpg)

